Mama-Mama Papua - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Mama-Mama Papua

Mama-mama Papua yang berjualan di perumnas 3 Waena -Doc Armando 

Tak ada Kata yang bisa lukiskan... Perjuangan kalian...!!!!!
Di saat panas dan hujan...
Kalian Tetap Bertahan...!!!!

Kalian tetap kuat meskipun penuh diskriminasi...
Dipasar-pasar kalian tak mendapat lapak, tapi kalian tetap berjualan dengan kasih...
Kalian tak pernah berteriak dimana hak kami...???
Padahal kalian yang berjuang agar Papua tetap memiliki Generasi...

Dipinggiran Jalan...
Beralaskan Karung dan Koran...
Menjual bahan makanan...
Agar bisa menjamin kehidupan...

Mama-mama Papua...
Memberi Kehidupan Untuk Anak Papua..
Mama-mama Papua...
Berjuang dengan kasih untuk Semua...

Sampai kapan Mama-mama Papua tetap seperti ini...???
Hanya waktu yang bisa menjawab...
Sampai Kapan Rahim Generasi Papua seperti ini...???
Hanya Tuhan yang bisa menjawab....



KAMPWOLKER, 10 Oktober 2017
Penggalan syair untuk Mama-mama Papua
Armandho C.B Rumpaidus
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: