Puisi: Sang Jurnalis - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Puisi: Sang Jurnalis

Oleh: Nori Douw
Doc. Pribadi 
Langkah diantara seribu kerumunan
Langkahku mendekat diantara peristiwa
Suara-suara yang berseru ku mendekati pula.
Ku tuntut mata melihat jeli
Ku tuntut telinga mendengar teliti
Ku tuntut otak memutar pasti
Ku tuntut kata bertanya tanpa takut mati
Rangkai tugasku dalam alunan penaku
Rangkai tugasku dalam jari diatas panel keyboard komputerku
Rangkai tugasku dalam membahasakan kejadian menjadi informasi
Sampai saat semua terekam harus aku bagi dengan nyata.
Semua yang terekam harus aku ungkapkan sesuai fakta
Tetapi ku juga punya cinta dan rasa.
Tetapi ku juga punya keindahan diantara kerasnya kebenaran
Terkadang tak muda aku suarakan
Cita dan rasa dalam puisi
Karya dengan kata indah dalam makna yang tersembunyi
Aku bahagia yang hidup karena menulis
Dan puisi adalah salah satu indah bagiku
Bahasa yang terkadang lebih sulit yang ku kira
Mungkin tak baik bahasaku
Mungkin tak atur alur sajak dalam puisiku
Namun kan selalu ku buat puisi
Diantara rangkai berita dalam hidupku.
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: