Bahasa Surga, Puisi Chyku Tarenj (2) - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Bahasa Surga, Puisi Chyku Tarenj (2)

By ; Chyku Tarenj  

makintau.com (doc)
Dengarkanlah aku, sobat
Ku hendak membisik satu bahasa
Sebuah bahasa indah dapat disambut akal sehat
Menenangkan jiwa bagi siapa pendengarnya

Mendekatlah dan rasakanlah bahasa ini, sobat
Ia mengalir dalam darah roh manusia
Ia hidup dan tak mengenal maut
Wujudnya berupa hati makhluk insan mulia

Ia ibarat mata air pegunungan
Tersembur melalui sendi-sendi bebatuan
Menyegar menyejukkan rasa
Bagi siapapun yang meneguknya

Bahasa surga adalah cinta
Telah ada sebelum bumi dilahirkan
Akan selalu dihembuskan Sang Pujangga
Hingga hari terakhir penghabisan

Aku memanggilmu, sobat
Berbalik dan lihatlah aku
Terimalah aku di dalam sanubarimu
Maka bahasa surga akan ku berikan kepadamu

Aku datang mengetuk pintu hatimu, sobat
Jangan sekali engkau menutupinya
Karena hati yang tertutup rapat
Sukar menerima murninya cinta

Bahasa surga tak dapat engkau lihat, sobat
Maka pejamkan mata seraya tarik napasmu dalam
Rasakanlah cinta membakar melalui mata hatimu

Dapatkah engkau bayangkan, sobat
Hidup tanpa sebutir cinta 
Terasa kosong dan penuh kehampaan
Bak engkau berada di dalam ruang hampa tiada berhawa
Melayang tak tahu arah tujuan hidup yang pasti

Aku berseru kepadamu, sobat
Gapailah tanganku tanpa bimbang dan ragu
Bukalah pintu hatimu
Maka segenggam cinta akan engkau dapatkan

Bahasa surga adalah cinta
Ia awal dan akhir dari segala sumber yang baik
Cinta adalah segala-galanya



Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: