Antara Langit dan Bumi, Puisi Chyku Tarenj (1) - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Antara Langit dan Bumi, Puisi Chyku Tarenj (1)

Oleh  : Chyku Tarenj  

makintau.com (doc)
Aku tahu diri ku adalah seorang pendamba
Mendambakan sentuhan kasih nan lembut di suatu masa
Betapa sungguh mengharapkan kehadiran seseorang
Tuk menemani aku menuju bahagia s’lalu menjelang
Seraut wajah ayu membuat diri ku terpesona
Terselip antara benih-benih cinta nian membara
Menaburkan buang-bunga ros mewangi
Menghiasi di taman hati ku, bersemi
Cintaku mula-mula tumbuh begitu saja
Mengikuti nalar kewajaran akhlak makhluk mulia
Mencuatlah rasa rindu dan asmara di dalam kalbu
Diam-diam aku menaru perhatian padamu

Jiwa kini tergoyah oleh karena cinta
Dan tak kuasa menjaga keseimbangannya
Aku hendak mengungkapkan sejuta rasa
Hari ini, bila sang waktu mengijinkannya

Namun, kini ku sadari
Cinta ku bak langit dan bumi
Tak’kan pernah dapat bertemu dan bersatu
Karena titian perbedaan memisahkan kau dan aku

Yah…, antara langit dan bumi
Mengharapkan sesuatu yang tak’kan mungkin terjadi
Seperti engkau duduk di atas kemegahan tahta
Sedangkan aku hanyalah seorang hamba pendamba cinta

Tiada jua rangkaian kata menata
Ku hanya bisa memendam cinta membara
Sekali menatap elok paras wajahmu
Ku hanya biasa tertegun sendu

Andaikan tiada jarak antara langit dan bumi
Aku pasti bisa menggapai jari-jemari
Namun, biarlah penyiksaan ini tersimpan rapi
Menunggu waktu terkuak dalam dunia mimpi.


   

Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: