Tak Lagi Bersemi (Inses) ; Puisi Sesilius Kegou (1) - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Tak Lagi Bersemi (Inses) ; Puisi Sesilius Kegou (1)

Oleh :  Sesilius Kegou

 
doc.Pribadi
Angan lembut masih terbayang dalam khayalanku
Goresan luka masih terasa pedih
Megadu sendu menghantui jiwaku
Gelisa, jiwa menuang derai rindu

Entah Kemana kau pergi?
Hendak jiwaku menanya
Apa perisai salahnya,
Mengapa kau harus memilih pintasan lain?

Ikhlas menanggung kegilaanku disini
Menghitung berapa jejak langkahmu
Pintasan rambu lintasan cintamu kini kusam dalam jiwaku
Menanggung Perihku hingga menjemput ajalku pun ku tanggung


M Prau, 7 April 2018


II

Selamat Ulang Tahun  Oumau ( INSES)

Meskipun kita tidak di takdirkan bersama,
meski kenyataan yang seperti kita harapkan,
 aku akan selalu mendoakanmu
yang terbaik sebagai seorang yang pernah
memberi warna untuk hidupku,

hari ini, hanya kado sederhana yang bisa
ku berikan, walau sederhana namun tulus
yaitu sebuah kado doa untukmu,
panjang umur yah...

Masa lalu biarlah pergi, segala kenangan indah
masih terasa indah, dan kenangan buruk telah terhapus
selamat Ulang tahun semoga engkau lebih bahagia
dari sebelumnya.

enngkau pernah menjadi kekasihku dalam hidupku,
menjadi pangeran dalam cintaku, namun sekarang
kita memiliki cita-cita masing-masing
walau cinta kita telah berpisah,  kamu sudah
ku anggap lebih dari saudaraku,

kenangan idah dulu telah lewati,
hanya tinggal memori kusam, walau Kau dan aku
telah berpisah waktu terus saja berputar
mengiringi terangnya siang dan gelapnya malam,
terbit tenggelam setiap hari, seiring bertambah
umurmu dan usiamu, semoga harimu selalu
bahagia dengan yang lain

kedewasaan yang memberi kesempatan kita
untuk tetap bersaudara, yang indah biarlah jadi kenangan
dan yang pahit sebagai pelajaran

berjalan menyusuri waktu,
perna ku temui dirimu yang
menenangkan hatiku, tapi waktu juga bisa menipu,
kau dan aku tak bisa lagi jadi satu, tapi
kamu akan tetap jadi kenangan indah
dalam hidupku

bersama dengan kejujuran, aku mengakui kau memang indah,
setiap yang terjadi akan selalu mampu mengajari
terima kasih pernah memberi arti "INSES",
dan sekarang semua tetap baik walau
kau dan aku bukan kekasih.



M Prau, 07 April 2019
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: