Senyum Kepalsuan, Puisi Chyku Tarenj (5) - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Senyum Kepalsuan, Puisi Chyku Tarenj (5)

Oleh  : Chyku Tarenj  

makintau.com (doc)
Engkau berdiri di atas mimbar kebijaksanaan
Berseru menyampaikan amanat berapi-api
Selaksa malak terpana akan runtunan orasi
Tertipu oleh manisnya rangkaian kata dan rayuan

Mulutmu menganga melebar menyambut pekikkan
Sorakkan dan yel-yel tak henti
Dilantunkankan oleh para pemujamu tak mengerti
Sedih, mereka termakan kemunafikkan 

Senyum di bibir simbol kepercayaan
Diuntaikan beserta sumpah dan janji
Semua makhluk tak insaf bahwa mereka sedang dibohongi
Senyum mu adalah suatu senyum kepalsuan

Mereka ibarat anak dara perawan
Dikorbankan demi nafsu duniawi
Setelah itu mereka akan dicampakkan lagi
Semudah engkau membalik telapak tangan 

Lantas realita berbicara tak sepadan
Harimu sibuk mencari duit yang akan engkau kantongi
Waktumu digunakan untuk mengenyangkan perut pribadi
Sementara mereka akan engkau terlantarkan 

Tiada kasih yang akan engkau pancarkan
Tiada cinta yang dapat engkau beri
Hanya kerasnya derita akan merenggut setiap insani
Sedangkan engkau jua menaburkan senyum kepalsuan   
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: