KEINDAHAN itu LUKA - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

KEINDAHAN itu LUKA

Fhoto: Kristian Kogoya


Di negeri hitam, hitung potongan khayangan yang teriris seperti mengenggam angin, usang sekejap dan esok kembali.
Empat penjuru mata angin di persada terbuka lebar untuk menyembur pada dada seperti mata anak panah.
Tersayati jika di bayang dan mengdiamkan akan lebih berkuasa mengibuli seperti maut selalu menyerbuh di pintu hidup.

Tatapan-tatapan sengaja di biarkan mengulur pada elok di ujung kelopak mata dan secepatnya itu akan balik pantul menyikam di hulu bathin.
Bagimana tidak, sebagai insan yang merayakan hidup di wilayah koloni terus akan tersayat walaupun keindahan-keindahan alam sebagai sebuah variasi kepulangan pilu pada pesona.
Pesona alam bagai pembalut luka namun semua akan kesia-siaan dalam jiwa-jiwa yang masih di salibkan di atas demokrasi tirani yang menindih.

Setiap tayangan-tayangan peristiwa lara ialah momentum luka.
Selalu menjadi iklan bagi manusia koloni yang di pertontonkan di tiap laku jahanam tirani.
Pada setiap arloji memutar waktu, dari detik ke menit hinga hari mengantar ganti tahun;
akan selalu tertayang di depan layar hidup tanpa jedah.
Keindahan alam yang eksosit nan menawan pun tidak akan membalut nanar luka dalam batin yang lama memar,
selain dia membebaskan dirinya dari keperihan.

Di setiap keindahan selalu ada kekurangan dan di setiap kekurangan selalu ada keindahan.
Keindahan alam takkan mampu melunasi biaya luka dalam setiap sanubari yang tersayat.
Sedang cinta akan menutupi kekurangan dan selalu menampakkan keindahannya.
Terbesit dalam khalbu bahwa keindahan adalah melepas gundah, letih
tetapi jika cinta tak utuh di atas bumi koloni sebagai insan tertindih
semua akan bagai puing-puing kerikil yang terkecipak menyerbu pelipur mata dan berujung menikam hati.

Hollandia, 25/10/19
Giyai Aleks
Print Friendly and PDF

Tentang : kosapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: