Karabas Deng Gurita (Cerita Rakyat Mimika) - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Karabas Deng Gurita (Cerita Rakyat Mimika)

Foto ilustrasi; https://amikamoda.ru
Karabas deng Gurita, dong dua pu rumah tu, di antara terumbu di laut. Karabas de pu badan panjang tapi de gampang sembunyi diantara lubang-lubang terumbu karang. Karabas pu makanan tu, ikan-ikan kecil yang lewat di depan de pu rumah.

Kalo gurita tu, de biasa pinda-pinda waktu de mencari makan. Satu kali, Gurita de pigi cari makan sampe waktu pulang, de rasa cape skali. De mo istrahat, tapi de tra dapat tempat yang aman. Gurita de pigi ke Karabas pu ruma untuk istrahat. Karabas de pu pikiran tra bae, de mo ambil kesempatan untuk bikin susa Gurita. Karabas de mo makan Gurita pu tangan yang lombo
.

Karabas de kasi ijin Gurita untuk tinggal di de pu rumah. Spaya aman, Karabas de bilang Gurita kasi masuk de pu tangan ke dalam Karabas pu rumah, lubang diantara terumbu. Gurita de ikut Karabas pu mau. Gurita de tra curiga, jadi de kasi masuk de pu tangan. Pas Gurita su kasi masuk tangan sampe ke dalam, Karabas de gigit Gurita pu tangan sampe putus. Gurita de batariak, Karabas tra pusing, de makan gurita pu tangan sampe habis.

Bau darah dari Gurita pu tangan yang luka bikin ikan yang lain, smua datang. Gurita de takut, de rasa trancam, de rasa sakit tapi de cepat bikin lubang, de kumpul smua batu-batu karang kecil yang ada dekat situ. Trus de sembunyi di dalam lubang itu sampe de pu luka sembuh
.

Spaya de bisa hidup terus, Gurita de makan kepiting yang lewat atau masuk ke dalam de pu rumah. Jadi kalo skarang ada lubang baru ada tumpukan batu-batu karang kecil sama kulit-kulit kepiting, brarti kam su tau, itu Gurita de pu ruma.

Dibahaskan ke dalam Melayu Papua oleh Ibiroma Wamla dari cerita Rakyat Papua, Antologi Cerita Binatang Dari Tanah Papua, Seri Cerita Anak, Dharmojo dan Muhammad Jaruki, 2005
Print Friendly and PDF

Tentang : Sastra Papua

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: