Perempuan Sisir Bambu : "Bulan di Tengah Malam dan Kerinduan Untuk Uli ” - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Perempuan Sisir Bambu : "Bulan di Tengah Malam dan Kerinduan Untuk Uli ”

Reporter : Pace Ko'Sapa

Para penulis Buku Antologi Puisi, Perempuan Papua "Sisir Bambu" ketika foto bersama – (Doc. Sisi Bambu)

Numbay, Ko’Sapa – Salah seorang Penulis Puisi Pemula yang turut berpartisipasi dalam menulis Buku Antologi Puisi, Perempuan Papua "Sisir Bambu" Frederika Giyai mengatakan, dirinya menuliskan dua Puisi berjudul, “Kerinduan Untuk Uli dan Bulan di Tengah Malam dalam”. Masing-masing puisi memunyai makna yang tersirat.

“Kedua puisi yang saya tuliskan itu menceriterakan tentang, kerinduan saya untuk uli. Puisi itu berceritera tentang rasa rindu untuk seseorang yang telah pergi jauh. Semetara itu. Kemudian kalo [Kalau] pusi yang kedua 'bulan di tengah malam' itu tentang seseorang yang sedang meratapi hidup yang kelam namun penuh keyakinan untuk hidup yang lebih baik di hari esok,” katanya kepada Sastra Papua, Sabtu (5/10/2019).

Frederika mengaku senang dengan karya puisi yang diterbitkan bersama perempuan Papua lainnya. Puji Tuhan untuk pertama kali tulisan saya bisa ada dalam buku ini bersama perempuan Papua lainnya.

“Terimakasih ibu Alfrida Yamanop dan semua yang sudah terlibat dalam penyelesaikan buku ini. Semoga rencana-rencana selanjutnya untuk berkumpul dan menulis lagi bersama,” katanya.

Frederika, berharap agar dengan adanya buku antologi puisi khusus perempuan Papua ini,  bisa menginspirasi perempuan-perempuan asli papua lainnya dalam menulis dan juga bisa menginspirasi generasi muda ditingkat sekolah, SD, SMP dan SMA di Tanah Papua. 

“Agar terus ada penulis penulis muda yang bermunculan, makan menurut saya harus dilakukan pelatihan menulis apapun apalagi untuk pemula dan apalagi perempuan. Perempuan karena peminat menulis perempuan masih kurang dibanding laki-laki,”katanya.

Frederika mengatakan, dirinya juga memunyai koleksi puisi ada cuma sebelumnya tidak kepikiran untuk diterbitkan dalam buku. “Tetapi saya tetap akan menuliskan puisi dan berus menuliskan karya sastra lainya,” katanya.

Sementara itu, Alfrida Yamanop menuliskan diakun Faceboknya bahwa, Pre-launching Buku Antologi Puisi Perempuan Papua "Sisir Bambu" dan rencana persiapan diskusi, pentas seni , pameran buku dan kunjungan ke sekolah-sekolah.

“Sementara ini kami lagi persiapkan semuanya. Untuk melaunching buku tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” katanya.

Alfrida Yamanop mengatakan, buku kumpulan Puisi Perempuan Papua "SISIR BAMBU". Semua penulis yang terlibat dalam buku ini mendapat buku gratis. Dan buku ini dicetak dalam jumlah terbatas.

“Hanya ada 60 buku yang akan di jual dengan harga Rp. 100.000 (Luar Jayapura + ongkir). Sudah 6 orang yang terdaftar dalam list. Silahkan teman-teman yang minat. Ini juga untuk mendukung biaya cetak buku perempuan berikutnya,” katanya. 
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: