Novel baru Papua, “Kuliah atau Pacaran” - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Novel baru Papua, “Kuliah atau Pacaran”

Reporter : Hengky Yeimo 

Istimwewah 


Jayapura, Jubi – Penulis muda Papua Nunias Selegani kembali menerbitkan novel berjudul “Kuliah atau Pacaran.” Ini adalah novel ketiga Nunias, setelah dua novel sebelumnya, “Kekuatan Menunggu” dan “Dear Prizkila” yang diterbitkan 28 November 2018 di auditorium Universitas Cenderawasih Jayapura.

Nunias mengaku tertarik menulis novel karena baginya menulis adalah sebuah seni melukis pemahaman dalam pikiran para pembaca.
“Saya sangat menyukai dunia menulis karena, menulis adalah salah satu cara mengangkat kebodohan dan membantu memberikan pemahaman kepada banyak orang,” kata Nunias kepada Jubi melalui sambungan telepon seluler, Jumat (4/10/2019).
Alasannya menulis buku, karena bagi Nunias menulis buku sangat berharga untuk masa depan bangsa ini khususnya generasi muda Papua. “Makanya generasi muda Papua harus bisa menulis demi mengembangkan literasi di Tanah Papua,” katanya.
Baginya, asal semua tulisannya dapat diterima baik oleh pera pembaca dan menjawab semua pertanyaan pembaca, dirinya cukup puas. “Saya berharap mampu mengispirasi anak – anak muda lain yang mempunyai keinginan menjadi penulis khususnya anak – anak muda Papua,” katanya.

Nunias mengatakan sejak diterbitkan pada Jumat, 4 Oktober 2019 lalu, saat ini dirinya bersama manager pemasaran sedang aktif mempromosikan buku tersebut. Sedangkan untuk launching buku tersebut, dirinya belum memiliki rencana karena keadaan Papua yang belum memungkinkan.

“Untuk sementara ini, saya dan manager pemasaran hanya lewat social media saja dulu. Teman – teman bisa mengunjunggi situs Faceboo kami: honai book papua untuk mendapatkan bukunya langsung dari kami,” katanya.
Pegiat Sastra Papua, Andy Tagihuma mengapresiasi banyak penulis penulis muda Papua yang mulai bermunculan, karena akan memperkaya budaya literasi di Tanah Papua.
“Saya sangat mengapresiasi sebab sangat bagus anak Papua sudah menulis dengan melihat kehidupan mereka. saya berharap pemerintah daerah punya penerbitan khusus, karena selama ini anak Papua kesulitan menerbitkan karyanya terkendala biayanya,” katanya.
Andi mengatakan, saat ini banyak pegiat sastra muda Papua yang muncul, secara otodidak, tapi juga yang melalui proses. “Dan itu tanda kebangkitan luar biasa dalam bidang sastra di Papua,” katanya.


Editor: Angela Flassy


Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: