Kekuatan Menunggu ( Part.01 ) - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Kekuatan Menunggu ( Part.01 )

                                  "PROLOG"

Penulis: Nunias Selegani
Cetakan : I Tahun 2018



Aku masih berdiri seperti dulu di tempat yang sama dengan sebuah rasa yang sama menatap setiap peristiwa yang terjadi. Kau melakukanya, aku seperti orang yang berharap pada perubahan yang sempit sambil memikul keyakinan dengan diam-diam Kosong.

Tak ada, hanya sebuah warna silper dari langit yang seakan menertawakanku, mungkin ia bukan teman yang baik untukku kagumi.

Kau gunakan waktu untuk menyakitiku. Barangkali kau lupa cinta butuh waktu ?

Kau melupakanya di malam itu, saat setiap tetesan air mataku berhamburan di pipiku, hari dimana kau dan aku tanpa ada seorang yang lain. Tak ada!!! Tak ada. Hanya aku, kamu dan sebuah cinta yang terluka.

Kau telah memulainya. Jangan kau gunakan air matamu untuk membuatku merasa bersalah. Aku mencintaimu, aku tak akan jauh dari hatimu, bahkan setiap kau bermimpi meningalkanku, aku akan selalu mencintaimu.

Lalu?

Apa arti dari sebuah cinta yang terluka?

Kini dia mengatakan hanya sebatas kakak dan adik. Segampang itu: tanpa beban dan ragu; ia tak memahami deritaku.

Aku melihat hatinya sangat kuat untuk tidak merombak pikirannya. Sudah selesai riwayat cinta denganku dalam benaknya. Lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan janji kita, apa kau masih ingat? Kita berpisah hanya untuk sementara.

Kau lukiskan di hatiku, kau basahi dengan air mata kebahagiaanku, lalu kau datang dengan tawaran janji yang baru. Aku tahu kau akan selalu mencintaiku sebatas kaka dan adik.

Hanya itu, tidak lebih. Mungkin kau akan jalankan tawaran janji yang baru entah dengan siapa. Tapi? Aku akan mempertahankan janji yang lama.

Aku pasti akan kelelahan menulis untuk menjelaskan padamu tentang segalanya. Aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan membacanya.

Kau mungkin akan membenciku dan mengatakan aku keras kepala. Aku benci menulis, aku benci berfikir, bahkan kadang aku membencimu dan sikapmu dan itu begitu saja terjadi.

Ia datang begitu saja, dalam alam pikirku tak kala ku mengenang dan menuliskannya. Itu terjadi bagai badai yang tak bias ditolak dan tak bias mengundang.

Aku tak memintamu mengasihaniku, ini hanya sebatas tanda bahwa aku tak sependapat denganmu. Kau memintaku melupakanmu dengan deret-deret kisah yang bahkan badai tak merobohkannya.

Kau memintaku suatu hal yang tak bisa terjadi walau dengan sadar aku mencoba merubah sebuah ikatan cinta yang terjalin dan akhirnya, hanya menjadi kaka dan adik?  Maaf aku tak bisa. Aku takan sanggup.

"Kekuatan menunggu mu"


Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: