Jayaharta - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Jayaharta

Oleh : Timo Marten

sweetescape.com

Ketika namamya merasuk jiwa
Dia terbayang-bayang melayang jadi kenang
Terbentang dari ribuan mil nusa yang telentang

Aku tidak tahu rupanya
Entah sebuah benda atau sebatas kata
Kuhanya mengeja jelma dalam suara Jayaharta

Kelak saat raga menjelma ranum
Tahulah aku kala menjejak sejenak pada rahimnya nan pelik

Pada lautan aspal dan bata yang menjunjung langit
Dan terbata-bata menahan derai beserta lelah anak tanah

Oh, itu rahim ribuan pulau yang menjejer jauh-menjauh
Pantaslah namanya kulafal hingga hafal

Di tanah air beta hartanya adalah matahari pagi dan senja yang memancar dari rahim yang subur
Berpagar pohon berduri yang memerah pada tanah
Berbaur pada hara jadi samsara
Pekat...
Membikin Jayaharta enggan menjejak

Aku tak ingin memikul pilu Jayaharta dari ribuan mil di kaki langit jingga

Bilakah suara nurani menjelma di tiap sudut-sudut Mama Kota
Karena Jayaharta adalah muara pohonan pohon-pohon dan daun-daun hijau

Muara harta seantero Nusantara

Kalaulah boleh tuan-tuan menengok ke tanah
Tempat asal anak-anak yang gerah oleh darah yang bercampur dari mimpi ujung negeri
Yang terbentur tembok-tembok pencabut nyawa!


Oktober 2019
@Ko’Sapa 
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: