Cinta dalam Revolusi, Puisi Muyepimo Pigai - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Cinta dalam Revolusi, Puisi Muyepimo Pigai

Stracky Yaly - Doc.

Sayang, meski laut membela rupa kita
Percayalah!
Di jalan revolusi kuselalu merindukan
Sepatah kata cinta adalah penawar lelah kami

Selagi kita masih berpuin di pijak ini
Jarak bukan ukuran
Kasih dan senyum kita terus berpijak
Akan meluruskan kelok-keloknya
Pasti cinta dalam revolusi ini membulat

Ajakku jalan revolusi hanya satu
Jangan lupa senyum saja cinta
Cinta kita di jalan revolusi ini untuk penabur benih hidup



Karya, Muyepimo Pigai
Medan Juang, 07 Oktober 2019
#KumisKotor




Mimpi Melumuri Kebahagian

Tertunduk dan tersudut rintihan meniti
Terdiam dan terduka lara dalam nestapa
Lemah tersungkur ketika sepi

Tersadar aku menjalani mimpi
Terus dan terus menemani kabut janji
Hingga seperti itu membaur dalam kalbu hati

Daun kebahagiaan melumuri dingin benci
Hanya berfokus pada satu titik harapan
Memperdaya keinginan untuk selalu bangkit untuk percapaian di tempat tertinggi.

Karya, MonyetPigai
Medan Juang, 06 Sept 2019
#Kumis_Kotor
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: