Pemuda Papua menginisiasi, Komunitas Pecinta Musik Tradisional - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Pemuda Papua menginisiasi, Komunitas Pecinta Musik Tradisional

Anggota dan Penggurus terpilih Komunitas Pecinta Musik Tradisional (KPMT) di Jayapura (Foto:Red/PapuaLives)

Jayapura, Ko'Sapa - Komunitas Pecinta Musik Tradisional atau disingkat KPMT telah dibentuk, guna melestarikan berbagai Musik Tradisional di Papua.

Ketua KPTM terpilih Stefanus Dogomo mengatakan, dirinya bersyukur untuk mendapatkan jabatan ketua di komunitas ini dan Ia mengucapakan banyak terimakasih kepada teman-temannya atas berikan kepercayaan atau amana dan tanggung jawab sebagai ketua untuk memimpin komunitas pencinta musik tradisional Papua selama periode 2019-2020.

“Komunitas ini kedepan kita akan fokus untuk menggali lagu-lagu daerah di papua, selain itu, menggali potensi kita agar tidak menjadi ketinggalan, ini harapan kita bersama untuk mewujutkan apa yang kita impikan kedepan.”Kata Frater Stef yang juga Mahasiswa STFT Fajar Timur Jayapura itu.
Lanjutnya, Kehadiran komunitas ini merupakan berkat untuk dapat menciptakan suasana belajar, maju, dan melawan dierah global.
“Yang membudaya lagu-lagu yang bukan budaya asli papua, karena kedepan jati diri anak bangsa punah” kata ketua Komunitas terbentuk melalui Tim Penggerak yang dicetus 7 Juli 2019 lalu.
Ketua Komunitas, Stefanus Dogomo mengatakan, Pembentukan Pengurus KPMT ini berlangsung pada hari Jumat 26 Juli 2019 sore, di Asrama Kasih Hagar Madai Perumnas III Waena,Jayapura.
"Pembentukan pengurus tersebut sebagai Ketua terpilih Frater Stefanus Dogomo, Sekretaris Efendi Minai, dan Bendahara Elisabeth Magai berdasarkan hasil pemilihan diselenggarakan oleh Tim Penggerak," katanya. 

Pada kesempatan yang sama,Selaku Tim Penggerak Felix Semu mengapresiasi kepada teman-teman yang telah ambil bagian dalam kepengurusan dalam komunitas untuk melanjutkan roda komunitas, baik itu ketua terpilih,sekretaris,bendahara, dan yang menangani topoksi pada komposisi yang akan ambil pada pertemuan berikut.
“Komunitas ini, kami bentuk atas dasar motivasi kami yang tinggi, satu kami ingin promosi diri dengan potensi atau bakat yang ada pada kami, dua kami ingin berjuang seperti mereka yang berhasil didunia music atau lagu seperti Bob Marley,Lucky Dube, dan artis lainnya yang mengangkat harga dan martabat mereka, ketiga kami memiliki niat untuk maju dan bersaing dengan teman-teman luar”Kata Feliks.
Felix menjelaskan juga, Bahwa dalam komunitas ini, kami terbuka bebas untuk menyumbang lagu daerah mana saja yang ada di Papua dan komunitas ini kami terbuka siapa tergerak hati untuk bergabung bersama kami, kami siapa terima.
“Komunitas ini awalnya hasil ide dari beberapa orang, kemudian ide itu tidak tinggal menjadi kenangan cerita sesaat, namun berpikir bawah kita menindaklanjuti dengan cara eksekusi atau aksi secara nyata.”Jelas Felix.
Felix juga mengatakan bahwa kami nekat untuk membuka komunitas ini bertujuan untuk mengajak teman-teman untuk menggali bersama-sama musik-musik tradisional yang  telah menghilang didepan mata pemuda di Papua.
“Sehinggga sampai saat ini sangat merajalelah dengan lagu-lagu rap, akhirnya banyak anak-anak mudah yang terjun dan mengikuti budaya luar. Sehingga kami melahirkan komunitas ini untuk melawan hal-hal itu. Kami impikan sebagai harapan dalam komunitas ini adalah satu atau dua bisa terpanggil menjadi pemusik terkenal dan penyanyi terkenal,”harapnya.
Sementara itu,  Seniman Papua Herman You, mengapresiasi kehadiran komunitas ini. sebab menurutnya Music tradisional hampir tidak digemari oleh generasi mudah pengaruh teknologi yang berembang. 
"Semoga komunitas ini dapat berkembang menjadi komunitas yang lebih besar, dan tentutnya dapat meberikan inspirasi bagi generasi muda Papua lainnya dalam meneruskan musik tradisional ini," katanya.
Herman You berpesan agar anak anak muda ini bisa berkresi tanpa melakukan plagiat dari musik musik sebelumnya. "Saya harap generasi muda bisa mengembangan dengan gaya dan khasnya masing-masing agar musik tradisional semakin digemari dan dilestarikan," katanya. (Pace Ko'Sapa/Papua Lives) 

Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: