Resensi Novel ; Malam Sakura - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Resensi Novel ; Malam Sakura

Doc. Alfrida V.P Yamanop

Judul Buku                  : Malam Sakura
Tahun Terbit                : 2018
Jumlah Halaman          : 111
Penerbit                       : Indie Book Corner
Penulis                         : Alex Runggeary
Peresensi                     : Alfrida V.P Yamanop


Novel Malam Sakura merupakan novel kenangan yang ditulis oleh seorang alumnus Universitas Cenderawasih angkatan tahun 1970-1974 bernama Alex Runggeary. Novel yang ditulis berdasarkan kejadian nyata ini berkisah tentang kehidupan penulis selama berada di Kampus dan Asrama Universitas Cenderawasih Jayapura. Bisa dikatakan bahwa novel ini dapat menjadi kenangan indah bagi pembaca yang pernah melewati masa hidup dan masa kuliah pada tahun yang menjadi latar waktu novel ini diceritakan.

Penulis memulai kisah dalam novel ini dengan prolog singkat tentang bagaimana tokoh utama yang adalah seorang putra daerah dari Serui melewati satu tahapan hidup yang sangat penting hingga bisa menjadi calon mahasiswa FKIP Universitas Cenderawasih di Jayapura. Ada 20 bab dalam novel ini yang saling terkait mengisahkan perjalanan sang tokoh pada era tahun 1960an-1974. Kemudian diakhiri dengan epilog yang menceritakan perubahan sang tokoh atas perjalanan hidupnya dan ajakan bagi generasi muda untuk  belajar dari kisah novel ini sehingga selalu berjuang mencapai cita-cita.
Saya sebagai seorang alumnus Universitas Cenderawasih dan juga pernah tinggal di asrama putri milik Universitas Cenderawasih pada era tahun 2000an dapat merakan sensasi yang hampir sama dengan novel ini. Hal-hal yang sama tersebut antara lain tentang persahabatan, keuangan yang terbatas, kehidupan pribadi, kehidupan berasrama, kegiatan kampus dan organisasi, serta pengalaman hidup lainnya. Saya dapat memastikan bahwa pembaca akan tersenyum bahkan tertawa sendiri ketika membaca novel ini karena ada beberapa cerita lucu di dalamnya. Juga ada kisah haru yang mengandung pesan moral dan sangat penting untuk dipelajari oleh generasi muda Papua masa sekarang. Tentu saja banyak ilmu pengetahuan lainnya yang berkaitan dengan kondisi Papua secara umum pada era tahun 1960an dan 1970an.

Setiap bab dalam novel ini menarik untuk disimak terutama berkaitan dengan sejarah Universitas Cenderawasih dan Papua pada umumnya. Ketika membaca novel ini kita akan membayangkan lingkungan dan bangunan Universitas Cenderawasih pada tahun 1970an dan kemudian membandingkan kondisi Uncen pada saat itu dengan kondisi saat ini. Pembaca juga akan mengetahui bahwa bangunan-bangunan di dekat kampus Uncen dan asramanya di Abepura adalah bekas kompleks perang dunia di bawah pimpinan Jenderal Perang Pasifik Douglas Mac Arthur. Dalam novel ini juga ternyata membahas sekilas tentang kisah hidup berasrama dari seorang tokoh dalam sejarah Papua yang dikenal sebagai seniman dan bekerja di Uncen bernama Arnold Ap.

Salah satu pembahasan menarik dalam novel ini yaitu kuliner terutama untuk bertahan hidup dan melawan kerasnya hidup di perantauan saat jauh dari keluarga. Pertama, penulis bercerita tentang menu regular untuk makan pagi di asrama yaitu kacang hijau. Dijelaskan pula bahwa Biak Numfor yang menjadi pusat penanaman komoditas kacang hijau pada masa itu. Kedua, kolak labu yang mana labunya didapatkan secara terpaksa melalui cara yang tidak halal yaitu dengan “mencuri” dari kebun tetangga karena bosan makan kacang hijau. Ketiga, pisang goreng yang selalu menjadi jajanan penting dan bisa utang pada penjualnya. Keempat, sauris goring yaitu ikan kaleng yang dipanaskan di atas kuali lalu dimakan dengan nasi tentu saja menu ini didapatkan sebagai imbalan membantu ibu yang biasa memasak makanan untuk anak-anak penghuni asrama.

Kisah menarik dan mengharukan yang disuguhkan dalam novel ini sangat penting dibaca oleh generasi muda Papua. Nilai-nilai positif yang ditemui dalam novel ini dan dapat menjadi pelajaran seperti mengembangkan bakat yang dimiliki, belajar dengan baik, bertanggung jawab dan tidak mudah putus asa. Novel ini juga dapat menjadi referensi bagi pihak Uncen dan juga pemerintah Papua dalam pengambilan kebijakan dengan melihat kebijakan-kebijakan positif pada era tahun 1970an tersebut yang berdampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia Papua yang punya karakter. 

Salah satu contoh kebijakan yang sangat penting adalah sekolah berpola asrama dan mengembalikan fungsi asrama Universitas Cenderawasih seperti sedia kala. Sekian ulasan buku yang sekiranya dapat saya bagikan setelah membaca novel ini. Buku bisa didapatkan dengan menghubungi penulis secara langsung melalui akun facebook penulis dengan nama Alex Runggeary. Selamat membaca dan temukan pemahaman baru lainnya dalam novel ini.

(Alfrida V.P. Yamanop adalah seorang penulis, peneliti dan dosen tetap pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen Jayapura).
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: