Sejarah Celana Levi’s - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Sejarah Celana Levi’s

Kliping Harian Sinar Harapan, 16 Juni 1972
Celana panjang merk Levi’s dibuat bukan khusus untuk kaum remaja pria atau wanita pada dewasa ini, tetapi telah lebih dari satu abad beredar diseluruh dunia dimana dibutuhkan pakaian yang kuat dan awet untuk melakukan pekerjaan yang kasar dan berat.

Levi’s telah dikenal sejak dimulainya penggarapan penyaringan emas di California dan penggalian Terusan Panama. Demikian pula halnya, sudah banyak dipakai oleh buruh dalam perkebunan karet di Sumatera, dalam pertambangan uranium di Kanada dan dalam penyulingan serta pengeboran minyak di Irak.

Merk “Levi’s” dipetik dari perancang sendiri Levi Strauss, seorang Jerman kelahiran New York. Dalam tahun 1850 waktu Strauss berusia dua puluh tahun, ia belajar mengelilingi Tanjung Harapan untuk mengadu peruntungan di California.

Sebagian besar dari hartanya ia pertaruhkan dalam perdagangan kain layar buatan pabrik tenun di Asia. Ia mengharap muatan kapal itu mendapat pasaran untuk membuat kemah atau tenda dan atap delman Constoga.

Setelah kapal sampai di San Fransisco, Strauss berjumpa dengan seorang buruh penggali pertambangan yang menanyakan apa yang dibawanya dari negeri Timur Jauh.

Strauss menerangakan apa yang dimuatnya.

“Seharusnya tuan bawa celana panjang”, jawab buruh itu “Celana panjang ?” balas Strauss keheranan.

“Mengapa tidak !, untuk pekerjaan menggali, celana panjang dibuat dari bahan muatan tuan itu tidak menjadikan bahan cemooh. Dapatkah tuan buatkan untuk saya ?”.

levi berpikir sejenak dan segera mengambil segulung kain layar lalu dibawanya ketukang jahit untuk dibikinkan 2 buah celana panjang, sebuah untuk buruh tambang itu dan sebuah lagi untuk dipakainya sendiri.

Setelah buruh tambang itu menerima pesanannya, denan langkah yang gagah ia menjelajahi jalan-jalan San Fransisco dan memamerkan dengan bangganya kepada kaan-kawannya. Propaganda Levi ternyata mendapat sambutan hangat dan penilaian yang baik sekali. Pesanan-pesanan baru membanjir terus, tidak hanya dalam lingkungan daerah pertambangan saja tetapi juga para pencari emas yang harus mengelana duduk diatas pelana dan buruh pelabuhan.

Strauss belum pernah mendapat kesempatan permintaan barang dagangannya yang begitu lancarnya, tetapi semua ini ia tanggulangi dengan penuh semangat kerja.

Segera ia mengirim sepucuk surat kepada saudaraya di Timur Jauh untuk memborong semua kain layar disana dan untuk mengatur pelaksanaan pengiriman.

Dalam tahun 1853, ia dapat menampung semua tukang jahit pria dan wanita untuk dipekerjakan dalam perusahaan jahit pakaian yang didirikannya di jalan California.

Warna
keistimewaan warna celana hingga dewasa ini masih tetap dipertahankan oleh perusahaan Strauss, tetap seperti sediakala. Sesuai pada garis patokan semula, penggunaan kain layar yang terlampau tebal dan kaku telah diganti dengan kain kepar.

Dasar warna lain kepar dibangun dari tiga macam warna biru muda, coklat dan abu-abu. Karena 2 macam warna tersebut tidak memberikan keistimewaan bayangan warna, Strauss menyampurkan warna biru nila yang dijadikan warna yang paling utama.

Kancing
kekhasan lain dari celana panjang Levi’s ialah kancing paku tembaga pada saku celana.

Penggunaan kancing paku tembaga ini baru dipakai dalam tahun 1860 dan Jake Davis yang menjadi penemunya. Demikianlah kisahnya : Seorang penyelidik tambang bernama Alkali Ike dalam tugasnya selalu memakai celana panjang buatan Strauss.

Sudah menjadi kebiasaan Alkali untuk mengantongi contoh batu-batuan dan logam yang permukaaanya bersudut tajam itu dalam kantong belakang celananya. Kebiasaan ini sering mengakibatkan jahtan kantong celana itu bedah jahitannya.

Sewaktu ia bertugas di Virginia, Alkali mengunjungi penjahit Jake Davis dan menceritakan kesulitan yang sering dihadapi terhadap kantong celananya. Jake dapat akal, dengan celana Alkali dalam tangannya ia bergegas mendapatkan pandai besi dan menyuruh memasang paku pada keempat sudut saku celana dengan paku besi.

Kemudian ia pergi ke perusahaan jahit Strauss untuk membeli keperluan alat jahit dan mengadakan hubungan tukar pikiran mengenai kejadian tersebut dengan Levi’s Strauss “Mungkin, ini adalah usul sehat yang berfaedah”, jawab Strauss. “Jadikanlah hak paten dan aku akan mengangkat engkau sebagai Kepala Perusahaan-ku”.

Pergunakanlah paku tembaga, mungkin ini lebih baik, karena tidak berkarat dan tidak mempengaruhi warna kain.

Daya tahan
Celana panjang Levi’s sebenarnya lebih mengutamakan untuk dipakai orang yang mengerjakan pekerjaan kasar dan pekerjaan berat yang memerlukan pergerakan. Mengingat tujuannya, keampuhan daya guna celana panjang Levi’s itu harus dapat dipertanggung jawabkan.

Suatu bukti dapat kiranya memberi jawabannya.

Seorang sopir melarikan mobilnya di jalan raya, tiba-tiba mobil tersebut mogok. Kerusakan mobill ternyata tidak dapat diperbaiki, tetapi untung dapat pertolongan mobil lewat yang menawarkan jasa baik untuk menariknya. Tetapi mereka tidak mempunyai rantai ataupun tali selain sebuah celana Levi’s tua yang ditemukan dalam bagasi.

Mereka mengambil celana tua itu dan mengikatkan sebelah ujung celana pada bagian belakang dan ujung kaki celana yang satu lagi pada mobil yang mogok. Tak dapat disangka, bahwa dengan celana Levi’s yang sudah tua mobil yang mogok itu dapat ditariknya.

Daya tahan celana panjang Levi’s sesuai kejadian tersebut mengingatkan Strauss pada simbol usaha dagangnya : 2 ekor kuda yang sedang merentangkan sehelai celana panjang bermerk “Levi’s” dengan jaminan yang bersemboyan : “A New Pair If They Rip !”.

Levi Strauss selama hidupnya membujang. Setelah ia meninggal dunia pada tahun 1903 dalam usia 73 tahun, usahanya dilanjutkan oleh 4 orang keponakannya.

Dewasa ini perusahaannya sudah memiliki sepuluh cabang usaha. Disamping perusahaan celana panjang, kini perusahaan Strauss mengembangkan usahanya dalam pakaian Barat, kemeja wol, jaket kulit dan pakaian olah raga baik untuk pria, wanita maupun anak-anak. (Coronet/ Harijanto Chandradjaya)

Sumber; Harian Sinar Harapan, 16 Juni 1972



Print Friendly and PDF

Tentang : Sastra Papua

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: