PUISI-PUIS AGBG - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

PUISI-PUIS AGBG

Foto: Dok Pribadi

***

IDEALISME KAUM UTOPIS

Kini jawaban ada di mana-mana
Tanya pun kini tak di temui apa 
Hilang arti dari sebuah bicara
KataNyaring kosong langkah lunglai

Lalu hidup kecipak dikerikil jalan
Darah letih pun henti di hulu hati
Mencari jawab inginnya berserah
Kata instan tiada rasa kompromi

Liur jatuh berderai di langit bibir
Basah di daun lidah tak bertuan
Mencipta idea dalam analogi diri
Bukan memang dari kolektifitas

Idealisme kaum utopis selalu praktis
Menonjol laku di balik viral derita
Mencari popuralitas bak pejuang
Melantarkan rakyat didogma apatis

Mari bicara dari hati ke nurani kita
Menemu logika dari ruang jiwa sama
Di atas tungku ideologi satu menanjak
Menemukan taktik untuk hidup juang

Diyai, 01-01-2019
Giyai Aleks

***

SURAT PERTOBATAN

Yang berjiwa kadang tak berhati
Yang berhati sering tiada nurani
Mereka hanya mencari sensasi
Agar popularitas disanjung dunia

Akhlak sebagai manusia musnah
Ketika moral tiada di pupuk pula
Etika pun berangsur hilang jua
Hidup laksana di prahara pekikan

Di padang persiarahan berkelana
Mata hati kabur lebur di debu harta
Mengadai harga diri serta martabat
Mengibuli nurani sebagai wujud Ilahi

Rotasi laju tak menunggu pertobatan
Rundung heningpun mengundang pilu
Begitu yang terasa di relung hati
Di saat semesta nafsu kuasai hidup

Apakah tahta onani di mimbar tirani
Berlebel necis di atas roda empuk
Mengtuna netrakan mata hatimu
Di kala nurani tersayat tertikam
Laku onar yang kejam dari kolonial

Edugio, 02-01-19
Giyai Aleks

***

Popuralitas semakin melambungi nalar
Ambisius sedang meluas kedalaman nurani
Kemanusiaan hanya menikam ke dalam anus

Buminya di pikir tumpukan kotoran kutukan
Mungkin itu sifat manusia setengah binatang
Pijakan langkah ingin berjaya di pundak tirani

Siapkah engkau di kasat mata jelatamu
Dari kepicikan lidah mengombar-gombar
Seperti seorang gembala di mimbar angkuh

Menatap kekuasaan sebagai sang mahakuasa
Sedang nafsunya jadi keilahian kehidupan
Persembahkan rakyat hanya demi ketamakan

Setiap saat litani doa-doamu terus mengalir
Dari mesbah kaum barbar yang paling keparat
Memohon agar hidup selalu di berkahi material

Wahai jiwa-jiwa yang patah terkulai di arus hedonis
Bukankah hatimu di tikam deru tangis jelatamu
Mana tiap saat jatuh gugur di ujung bedil serdadu

Sang waktu berputar menumpangi kehidupan
Menungu sabda pertobatan kapan kau kembali
Membawa jiwa-jiwa yang di perangkap penjajah

Hollandia, 13/10/18
Giyai Aleks

***

Jika kita bagian dari dosa zaman
Memanggul kuk salib kehidupan
Panjatkanlah doa bersama-sama

Bersulam kata seia dalam serasa
Memohon ampun selaraskan jiwa
Menyatuh imaji melangkah sehati

Noktah ego jangan melebihi pasir
Kala deritamu melambung langit
Karena jeritan akan seluas lautan

Ratapan semakin meraja seantero
Sedang dikau masih rintih di bumi
Kemana lagi bisa mengaduh nasib

Utuhkan hati tegak merebut ruang
Ketika yang tersisa masih bernyawa
Selamatkan jiwa jiwa masih terbelengu

Samudra Laut, 24/07/18
Aleks Giyai


Print Friendly and PDF

Tentang : kosapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: