Catatan Kosong! - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Catatan Kosong!

Gengaman beras -ist
Oleh : arnold belau













Satu ketika, seorang nenek dari dusun yang jauh, tidak pernah lihat beras, diberikan beras sekilo oleh seorang penjelajah yang kebetulan dalam ranselnya terdapat empat kilo beras. Beras itu ia bawa untuk masak di kampung yang terdapat masyarakat. 
Begitu ia tiba di perkampungan, ia sangat gembira. Karena beras yang memberatkan tas itu bisa dimasak dan makan bersama di tempat yang akan ia nginap sebelum ia lanjutkan perjalanannya.
Sial! Meskipun ia boleh nginap, tetapi ia kebingunan dan benar-benar merasa sial setelah didapatinya tidak ada alat yang bisa masak beras yang ia bawa itu. Tempat minum airnya 'undubuni' dan 'uwi'. Alat kerja sehari-hari adalah 'homa iwi'. Tidak ada panci, belanga dan kuali. Apalagi kalenfg susu atau sauris dan kaleng bekas minuman soda. benar-benar rasa sial! rasanya ia tidak berguna. Beras yang kalau dimasak jadi hidangan yang enak, ia lihat seperti pasir yang ia bawa dalam ranselnya berpuluh-puluh kilo.
Ia memberikan sekilo beras itu pada pemilik rumah yang ia nginap. ia berinteraksi dengan bahasa tubuh.
Beras itu mereka terima, tetapi tidak mengerti, tidak tahu dan tidak kenal barang (beras) yang diberikan itu. berusaha untuk mendapatkan penjelasan pun tidak membuahkan hasil.
si penjelajah berusaha menjelaskan dengan berbagai macam cara tetapi tetap saja tidak bisa dipahami. tambah sial.
Ia mau memberikan contoh cara masak, sekaligus perkenalkan makanan yang baru untuk masyarakat di kampung itu, jadi tidak bisa. karena tidak ada alat masak!
penjelajah itu pun bermalam dengan santap roti yang ia bawa dengan air dingin yang tidak dimasak. Masyarakat di sekitarnya bercerita dan bergurau seperti biasa. Ia justru tidak bisa berinteraksi sama sekali.
Pagi pun tiba. Ia melanjutkan perjalanannya dengan rasa kecewa yang mendalam dengan tetap bawa beras tiga kilo itu.
Satu pelajaran penting si penjelajah ini dapat, bahwa di kampung ini masyarakat belum tersentuh sedikit pun dengan dunia luar. Mereka masih hidup dengan gaya dan cara mereka. Yang bagi dia, terlalu kuno. Tetapi mereka menikmati kehidupan mereka itu.
Bagi masyarakat setempat, mereka mendapatkan benda aneh yang mirip dengan pasir. Yang dengan logika mereka, barang yang menyerupai pasir itu ia rela bawa berkilo-kilo. Setelah mereka mendapatkan sekilo pu, mereka tidak tahu bagaimana caranya memasak dan makan olahan beras itu.
Beras itu disimpan sebagai kenang-kenangan. Ya hanya kenang-kenangan.
Akhir cerita kosong ini, saya mau garis bawahi: Bahwa untuk masyarakat awam yang tidak tau apa-apa, mereka harus diberi pengertian, pemahaman, pengetahuan dan keterampilan tentang nilai, konsep, gagasan dan ide. Setelah menerima pengetahuan tentang ide dan gagasan baru, mereka akan memahaminya sampai dengan mengetahui tujuan akhir. Apakah harus berhenti pada memberikan pemahaman? tidak! Mereka harus diberikan contoh dengan kerja nyata. setelah kerja nyata dilakukan, mereka akan memahami dan sadar!
Ketika kesadaran itu tumbuh, tidak perlu lagi memberikan pelajaran, pengetahuan, pemahaman tentang hal-hal baru yang berkaitan dengan konsep dan gagasan apa pun.
"Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia"
Teori harus dipraktikan. Teori harus dibuktikan dengan praktik. Kalau teori-teori yang dipelajari dan selama ini dibaca lalu dipahami hanya digunakan untuk bicara dan bicara, untuk apa!
Papua itu unik. Papua harus disentuh dengan cara papua yang khas. BUkan cara dari luar papua. Kalo pake cara yang bukan dari papua, pasti meleset!
 Numbay, 8/5/2018


AB-Papua 

                                   
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: