CITIZENS” dan “FREE RIDERS”…!! - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

CITIZENS” dan “FREE RIDERS”…!!

Oleh: Manuel Kaisiepo )*

Tidak ada yang baru.


Tapi buku baru hasil kajian Mujani, Liddle, dan Kuskridho Ambardi (April 2019) ini memunculkan persoalan lama yang tetap menarik seputar topik partisipasi politik dan pilihan politik.

Misalnya, temuan adanya penurunan yang tajam dalam tingkat jumlah pemilih dalam Pemilu Legislatif dan Presiden di Indonesia.

Salah satu kesimpulan dari kajian ini adalah: “Temuan ini merupakan bukti dari makin bertambahnya jumlah ‘free riders’ atau penumpang gratis yang mendapat keuntungan dari institusi-institusi demokratis tanpa berkontribusi pada pemeliharaannya….” (hlm. 277).

Temuan ini juga sama dengan data Litbang KOMPAS hari ini (8 April 2019) bahwa dalam pemilihan presiden terakhir di empat negara ASEAN, tingkat partisipasi politik di Indonesia berada di urutan terbawah (69, 6 %, tahun 2014).

Sementara untuk partisipasi politik pada pemilihan legislatif di 10 negara ASEAN, Indonesia berada di urutan ke-7 (75, 1 %, tahun 2014); urutan tertinggi Vietnam (99, 3 %, tahun 2016).

Temuan dan data-data di atas mungkin membenarkan pendapat Pippa Norris yang juga dikutip dalam buku ini.

“…apakah negara-negara demokratis kontemporer sedang mengalami sebuah krisis legitimasi yang mendasar?”, tanya Norris.

Berdasarkan analisisnya atas 50 negara, Norris mengatakan bahwa meskipun dukungan publik atas sistem politik tidak terkikis secara konsisten, namun di banyak negara kepuasan terhadap kinerja demokrasi menyimpang dari aspirasi publik.

Dan trend defisit demokrasi ini sejalan dengan meluasnya fenomena kelompok “warga negara kritis” (Critical Citizens). Kelompok ini percaya demokrasi sebagai bentuk pemerintahan ideal, namun mereka tetap sangat kritis ketika menilai bagaimana demokrasi berjalan di negara mereka sendiri.

)* Manuel Kaisiepo, mantan Editor Jurnal PRISMA dan mantan Wartawan Senior Harian KOMPAS.
Print Friendly and PDF

Tentang : Sastra Papua

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: