BELATI PUAN DI BUMI CENDRAWASIH - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

BELATI PUAN DI BUMI CENDRAWASIH

Foto: Ist

Wamena, Lanny Jaya, Timika,
Jenggala dan korok-korok gelap lembab bersaksi
Bumi cendrawasih di tengah bulan tiga
Seorang puan memalun sepi
Biji matanya terpisah dari diri
Bersisa sedu-sedu tak paham kemana 
Terseok langkah dan rerasa dia, si sipil dari Nduga
Dipaksa maherat dari bait sendiri
Korban semata!!
Baliyem tercinta, 
sesungguhnya sedang berjibaku
Mengejar kemerdekaan yang belum utuh
Di Yigi
Puan berdongeng, pada anak bangsa yang hampir mengenal senyum ranum
Tapi kini terpisah, menggigil dalam hujan amunisi
Di pondok mana, puan telah melongok-longok
Tak ada sekilaspun aromanya tercium
Hanya tentang amis darah dimana-mana
Puan tak sempat lagi berdoa
Sebuah belati sunyi
Melepuhkan hati, menghentikan nadi

Titin Pardesi
Jakarta, 15/03/2019
Print Friendly and PDF

Tentang : kosapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: