Valentines: Filsafat dan Cinta - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf. Data WWF Papua menyebutkan, pada tahun 1900-1930-an penjualan cenderawasih mencapai 10.000-30.000 ekor per tahun. Tahun 1912, misalnya, penjualan mencapai 30.000 ekor dalam satu kali pengiriman kapal ke Jerman dan Inggris untuk kebutuhan fashion. Tahun 1904-1908 jumlah cenderawasih yang masuk ke London 155.000 ekor, ke Perancis sekitar 1.200.000 ekor. Total penjualan burung cenderawasih selama 1820-1938 ke seluruh Eropa ditaksir kurang dari 3 juta ekor.(Kompas.com - 24/06/2012) Demikian pula dengan hewan endemik Papua lainnya, seperti Kakatua, Nuri, Laolao, Kuskus, Kanguru.

Valentines: Filsafat dan Cinta

Martin HEIDEGGER - Hannah ARENDT

Hannah Arendt dan Martin Heidegger


Oleh; Manuel Kaisiepo)*

"Nona Arendt yang terhormat", demikian awal surat tanggal 10 Februari 1925 yang ditulis Martin Heidegger kepada salah satu mahasiswinya yang paling cerdas, Hannah Arendt.
Ketika sang mahasiswi meresponnya, empat hari kemudian --tepat Hari Valentines-- Heidegger mengawali surat berikutnya dengan "Hannah Sayang" !

Itulah awal kisah cinta dua pemikir besar dalam bidang filsafat yang pemikiran mereka masih berpengaruh hingga saat ini.

Heidegger adalah salah satu filsuf besar abad 20 yang menggagas fenomenologi dan eksistensialisme di Universitas Freiburg, Jerman. Karya pentingnya adalah BEING AND TIME/SEIN UND ZEIT.

Sedangkan Arendt kemudian dikenal sebagai filsuf politik yang banyak membahas topik totalitarianisme. Bukunya yang paling terkenal, THE ORIGINS OF TOTALITARIANISM (1951), juga buku laporannya tentang pengadilan penjahat Nazi, EICHMAN IN JERUSALEM: A BANALITY OF EVIL (1963). Dua buku itu sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Kisah cinta Heidegger-Arendt ini mirip kisah cinta dua filsuf besar lainnya, Jean-Paul Sartre dengan filsuf sekaligus feminis kontroversial Simone de Beauvoir. Karya-karya filsafat eksistensialisme Sartre sudah banyak diterjemahkan ke bahasa Indonesia, juga karya sastranya; demikian pula karya Simone de Beauvouir misalnya yang fenomenal, THE SECOND SEX (1949, yang baru diIndonesiakan 2017).

Ketika keduanya pertama kali bertemu dan saling jatuh cinta, Heidegger berusia 35 tahun, sedangkan Hannah Arendt baru berusia 18 tahun. Hannah sangat mengagumi kapasitas intelektual Heidegger, sebaliknya sang profesor filsafat itu juga mengagumi kecerdasan mahasiswinya, selain tentu kecantikan klasiknya.

Seperti semua kisah klasik, kisah cinta mereka pun mengalami pasang surut, berpisah untuk waktu lama, kembali bersambung di usia senja.
Hubungan mereka merenggang ketika Nazi mulai berkuasa di Jerman. Sebagai putri berdarah Yahudi, Arendt merasa kecewa ketika Heidegger mendekat ke Nazi, bahkan diangkat pihak Nazi sebagai Rektor Universitas Freiburg.

Saat itu Hannah dan keluarganya harus hidup dalam persembunyian dan terpaksa lari ke Prancis. Dia sempat ditahan di Paris. Setelah itu dia pindah ke Amerika.

Hannah Arendt dua kali menikah, namun itu hanyalah "pelarian", cinta sejatinya adalah Heidegger.

Setelah 25 tahun berpisah, keduanya berjumpa lagi tahun 1950, saat usia mereka tidak muda lagi. Cinta lama mereka bersemi kembali, walaupun keduanya masing-masing masih terikat perkawinan.

Surat-surat mereka dalam kurun waktu 1950 hingga 1960 membuktikan betapa mendalamnya cinta mereka.

Cinta yang mendalam, saling mengagumi kapasitas intelektual masing-masing, membuat hubungan mereka berdua tetap langgeng hingga ajal memisahkan mereka.

Hannah Arendt meninggal tahun 1975 dalam usia 69 tahun. Heidegger meninggal tahun berikutnya, 1976, dalam usia 86 tahun.

Happy Valentines Day!

)* Manuel Kaisiepo, mantan redaktur senior harian Kompas


Print Friendly and PDF

Tentang : Sastra Papua

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: