Kitorang: Kumpulan Cerita Arie May (Baca Online) - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf. Data WWF Papua menyebutkan, pada tahun 1900-1930-an penjualan cenderawasih mencapai 10.000-30.000 ekor per tahun. Tahun 1912, misalnya, penjualan mencapai 30.000 ekor dalam satu kali pengiriman kapal ke Jerman dan Inggris untuk kebutuhan fashion. Tahun 1904-1908 jumlah cenderawasih yang masuk ke London 155.000 ekor, ke Perancis sekitar 1.200.000 ekor. Total penjualan burung cenderawasih selama 1820-1938 ke seluruh Eropa ditaksir kurang dari 3 juta ekor.(Kompas.com - 24/06/2012) Demikian pula dengan hewan endemik Papua lainnya, seperti Kakatua, Nuri, Laolao, Kuskus, Kanguru.

Kitorang: Kumpulan Cerita Arie May (Baca Online)



KITORANG bukan saja menjadi buku yang berbeda diantara kebanyakan buku tentang Papua, tetapi juga melahirkan genre baru dalam dunia tulis menulis di Indonesia. Jika Orang Jawa berani menulis Cerpen dengan Bahasa atau dialek Jawa, Orang Makassar berani menulis karya sastra gaya Makassar, kini Orang Papua berani menulis dengan gaya Papua. Kenapa harus ikut-ikutan elu, gue atau lebay seperti yang sering kita dengar di radio lokal yang ada di Kota Jayapura. Papua punya bahasa gaul sendiri, kenapa kita tidak bangga mempergunakannya!



Print Friendly and PDF

Tentang : Sastra Papua

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: