Kumpulan puisi, Tigi Benediktus (3) - KO'SAPA

Kumpulan puisi, Tigi Benediktus (3)

Tigi Benediktus - Kosapa, Doc.


Sang Pejuang Hidup

Mengenang kakaku Thady Agapa

Serasa semua milik kita bayang itu,
Kita tak akan pernah tahu kapan waktu menjemput tiba
Untuk kembali dan pulang menuju waktu.

Decak yang menumbuh, merona,
Dalam kuncup pun jadi layu.
Dalam terpengarah aku isakkan tetes doa yang terus mangalir,

Dan semoga kaka ku damai  di rumah Suci, dalam Kerajaan Sorga.


Jayapura; 11 Desember 2016

Rasa Ini

Terkapar jiwaku lelah
Terbakar dalam panas asmarah
Mata api menjilat puisi
Kata syair pun diratah benci

Derita ini adalah hadiah
Dari janji dan katamu yang indah
Tidak pernah ternaskhah dan terlaksana
Namun telah terjilid, kini menjadi sura

Disini hati menelaah luka
Terlalu dalam sakitnya
Aku coba menghapus rasa
Aku bimbang duhai kasih
Jika benci telah memilih
Aku takut duhai kasih
Seandainya rasa itu tak bisa puli…


Waena; 13 Desember 2016



Merestorasi Diri Awal- Akhir


Saatku sendiri sunyi,sepih,sakit dan Lelah
Kumenatap langit  dalam jiwa yang  tak berdaya
Semenjak  itu bumipun Membisuh seribu bahasa.
Ku mencoba mengingat kembali bayang-bayang  masa SD,SMP Bersama sanak saudara di kampng halamanku.

Memori  cita-cita lama  menilik  balik-balik dan timpang tindih dalam pengelesaian
Jika Mengukir Detik-detik masa dahulu
Aku perna keluar masuk sekolah
Kini pada saatnya  daku harus melangkah
Bersama sekuat Kedua kaki.

Dengan semangat  Belajar,Membaca,Menulis, Melukis dan ikut dalam Berbagai Organisasi.
Detik masa dahulu tekatku membara menyeberangi lautan lamunan.
Asahku buah hatiku selalu tercipta untuk menggapai  cita-cita yang terpatri di hati.
Keyakinan ini menjadi topengan langkahku
Menuju keberhasilan dan kesuksesan sejawab.

Kini  dia taatkalah menjadi derai-derai air mata,
Air mata yang membasahi relung  senyum
Disana terlahir sukacita  dan  kebahagian
Kebahagian bagai  bunga mawar bermekar  indah di saat  mendatangi musimnya.
Ketika    detik dan masa tuaian itu menyapa.

Tauaian benih yang bertumbuh sejalan putaran  waktu
Tauaian itu pun terlahir dari  semangat  belajar  berapi dan kobaran  yang pantang mengerah.
Inilah  keberhasilan  yang  datang  oleh tapak langkah  perjalanan  awal bukan tujuan dari akhir dari hidup,
Disitulah jiwa kita  siap  menghiraukan tanah Papua..


Askam Waena; 28 Maret 2014





Tentang Penulis ;

Tigi Benediktus adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammasiyah Jayapura, Jurusan Jurnalistik, Semester 5. Saat ini ia aktif sebagai Ketua Forum Literasi Odiyai Meeuwo.


@Ko’sapa


Print Friendly and PDF
Share on Google Plus

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.
Post a Comment