Alas Daun Pisang - KO'SAPA

Alas Daun Pisang

Pace Kosapa - Documentation

Pace satu, de pu lahannya pohon pisang  berhektar-hektar. 
Setiap pagi dan sore de rajin kontrol kebun pisang tersebut. 

Pace de lihat de pu daun pisang yang hijau segar segar tu hilang, selama satu minggu. Keesokan hari, pace de jaga pencuri di semak-semak dengan parang. 

Pace de tunggu, de lihat begini ada Perem (perem ; singkatan dari perempuan) satu cantik sekali de yang pancuri. Pace de kasi tinggal sampai perem su potong daun pisang banyak.

Pass Perem mau kabur dari lokasi kebun…Pace batariak, “Woy tukang pancuri. Ko bikin apa tu,” sambil angkat parang. 

“Aaa….. trada sa ambil daun pisang,” katan perem, dalam kondisi bingung campur ketakutan.

Pace ; “ambil memangnya ko nenek moyang yang tanam ka ? ko berani sekali potong daun pisang di sa pu kebun.”
Perem ; “Maaf om….”
Pace ; “maaf maaf apa ….? sudah ko alas daun pisang disitu sudah sebagai gantinya.”

Perem ; …….?

Hehehehehheh
Semoga Terhibur 
@Ko’sapa

Print Friendly and PDF
Share on Google Plus

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.
Post a Comment