Pace dan Mace

Oleh : Viona Takanuay

1.

Satu kali begini terjadi adu mulut antara Mace Insos, Mace Bakit, Mace Serui.

Mace Insos angkat bicara, "kalo di Biak tu, kiton tra masak. Tapi makan di warun saja maklum uan banya."

Mace Bakit : "Baa... kalo kita di sorong sana, setiap lapar beli warung tinggal makan saja. Sampe panggil orang-orang yang lewat masuk makan."

Mace serui tra trima baik. Mace serui angka bicara. "Abaramo...mae kalo tong di Serui tuh,  tong pesan makanan di warung baru kasih anjing makan hahahaha."

2

Orang  Serui Terbang
Tanpa Bandara

Saatu kali begini,  Pace Biak,  Pace Ayau dan Pace Auri dong cetita mengenai Bandar Udara.

Pace Yauw de angkat bicara : Di Tanah Papua Bandara International cuma di Sentani.

"Saking besarnya bandara waktu pesawat punya ban depan turun nanti 3 jam kemudian baru ban belakang lagi."

Napi malas kalah, pace yang benar saja di Biak itu bandara international sampai bandara antariksa juga ada.

"Jadi dari planet lain juga datang ke biak. Kadang kadang ufo mendarat di sana."

Pace Arui malas kalah,  di Serui tidak ada bandara besar. "Maaf eh bukan cerita sombong. Tapi orang Serui tidak butuh bandara hanya untuk terbang.Cukup daun jatuh tiba di tujuan."

Hahahaaaaeeeeeeeeee

《Takaruan style On32》
tertawalah sebelum tertawa
Itu di undang undangkan

Print Friendly and PDF
Share on Google Plus

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.
Posting Komentar