Pace dan Mace Pacaran


1.

Dua sejoli sedang berpacaran,  karena terlalu mesra pace ko jawab.

Pace,  "ade .... panjangnya kaka pu cinta buat ade ko itu,  bagaikan ukur jarak dari Sorong sampe ke Jayapura."

Mace  : "ahhhh kaka.... pendek itu....."

Pace,  "Iyoo. Tapi ukur deng jengkal tangan. Coba ade ko ukur sudah berapa jengkal itu sudah kaka pu cinta buat ade ko."

2.

Dua sejoli sedang berpacaran,  karena terlalu mesra pace ko jawab.

Pace,  ade kaka pu cinta ini bagaikan kasbi di kebun.

Mace,  Maksudnya...?

Pace,  memang di kulit luar kotor. Tapi dalamnya putih mulus, dan bersih.
Print Friendly and PDF
Share on Google Plus

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.
Posting Komentar