‘’DSCHUNGELKIND’’atau ‘’ANAK RIMBA’’ - KO'SAPA

‘’DSCHUNGELKIND’’atau ‘’ANAK RIMBA’’

RESENSI FILM


Sutradara        : Roland Suso Richter
Cerita              :
novel yang ditulis oleh Sabine Kuegler ( 38 )
Pemain: Stella Kuntkat, Thomas Kretschmann, Nadja UHl, Thomas Kretschmann, Sina Thotsch, Changgol Joseph Kanawi.
Tahun Produksi: 2011
Durasi             : 132 menit.

Sebuah kisah nyata di hutang papua barat ( west papua ).sebuah kisah tentang seorang gadis yang tumbuh dewasa. kisah antara cinta,benci, pengampunan, kebrutalan dan keindahan dalam hidup.berawal  ketika alas an politik di Nepal pada 1979 sehingga Klaus ayah dari Sabine mencari pekerjaan baru dan menemukan di hutan papua barat untuk meneliti bahasa dan budaya suku fayu yang terletak 100 km dari jayapura.
Pertemua pertama dengan suku Fayu.’’Suku Fayu takut akan sesuatu yang  modern atau baru dari luar seperti  helicopter ketika helicopter mendarat mereka sembunyi di hutan.ketika helicopter terbang lalu Boko bersama beberapa laki-laki  dari suku fayu menghampiri Klaus.lalu klaus memperkenalkan keluarganya kepada kepala suku boko.menaruh testa dan mengosok itu merupakan salam bagi suku Fayu.sabina cepat akrab tetapi kakaknya Judith ketakutan ketika kepala suku boko mengosok testa pada testanya.seperti biasanya ketika melihat orang dengan warna kulit yang berbeda masyarakat suku Fayu merasa aneh dan  takut.

Aktifitas suku Fayu  seperti meramu sagu pada pelepa sagu yang di lakukan oleh kelompok wanita,sedangkan kelompok pri sibuk berburu,memotong hasil perburuan,dan anak-akak kecil bermain berkelompok.ketika sabine inggin bermain bersama mereka,mereka lari karena sabine berbeda dengan mereka.keluarga Klaus sabine,Judith,cristian belajar dia rumah,mereka bertanya apakah anak-anak ini tidak sekolah.lalu Doris ibu mereka berkata,mereka punya cara sendiri untuk belajar seperti berburu,meramu sagu,dan belajar berperang ketika musuh menyerang.

Suku Fayu tidak percaya dengan sakit.bagi mereka sakit merupakan kutukan istri gohu mengalami keram karena hamil ketika Doris yang seorang perawat inggin menolong tetapi terlambat dan ia meninggal di pangkuan Doris.bagi suku Fayu orang tidak bisa mati secara alami menurut pandangan mereka itu adalah pertanda atau kutukan.karena suku Fayu percaya bahwa sakit adalah kutukan yang tidak bisa di sembuhkan.dalam kondisi ini Doris yang seorang perawat yang terbiasa melihat sesuatu secara rasional di lawankan dengan kebiasaan suku Fayus yang melihat sesuatu dari sisi Alam atau budaya mereka.bagi suku Fayu seseorang sakit karena melanggar aturan,dendam sehingga seseorang mengalami kutukan.tetapi bagi Doris itu adalah sakit.

Sabine gadis yang ceria suka akan tantangan dengan cepat ia bisa menemukan teman perempuan dari suku Fayu Faisa dengan membuat mainan pesawat kertas dan menerbangkannya bagi anak-anak suku Fayu itu sesuatu yang aneh,baru. sabine.dengan cepat beradaptasi dengan suku yang baru dengan karakter,budaya,bahasa,dan kebiasaan yang berbeda dan sabine menemukan banyak teman baru anak-anak seusianya.ketimbang kakaknya Judith yang lebih memilih tinggal di rumah dan adiknya cristian yang masih berusaha untuk beradaptasi.

Istri gohu yang meninggal akibat keram waktu hamil.kepercayaan suku Fayu seseorang yang meninggal sebelum di bawa ke hutang,mayat tinggal di rumah untuk waktu yang telah di tentukan menurut kepercayaa suku fayu,setelah itu mayat di bawa ke hutang di letakan di atas parah-parah yang telah di siapkan.setelah jasad menjadi tulang.tulang tersebut di bawa untuk di letakan di rumah,karena suku Fayu percaya bahwa mereka yang sudah meninggal akan tetap  bersama mereka.
Suku Irigre berperang dengan suku Fayu karena ada masalah sehingga terjadi perang,perang di lakukan di lapangan terbuka dengan berhadapan muka dan saling menyerang.setelah waktu yang telah di sepakati  untuk berperang selesai kedua suku tersebut membantu anggota sukunya yang mengalami luka,mengangkat yang meninggal akibat terkena anak panah

Gohu yang menduda setelah istrinya meninggal akibat kena kutukan waktu hamil,tetapi bagi Doris Ibu Sabine itu adalah keram  waktu mau melahirkan.Gohu mengambil Nala dari kampong Irigre untuk di jadikan sebagai istrinya.tetapi Nala tidak mau karena anaknya Auri di panah oleh Gohu dan melarikan diri ke hutan,karena bagi mereka Auri kena kutukan jadi hidupnya tidak akan lama sehingga menjadi pembenaran bagi Gohu untuk memanahnya.Nala tidak mencintai Gohu tetapi ini tentang kelangsunganhidup Nala,sehingga Nala tidak memiliki pilihan kecuali menerima Gohu sebagai Suaminya,karena ketika ia menolak resikonya adalah Mati.
Ketika menelusuri hutan,sabine bersama adiknya Cristian dan sahabatnya Faisa,bermain di tengah hutan menikmati mainan tarzan-tarzaan lalu dalam perjalanan pulang tanpa sengaja mereka menemukan Auri yang terbaring tak berdaya,akibat anak panah Gohu yang tepat di dada Auri.luka yang di derita  Auri cukup parah karena lama berada di hutan,masih kecil,tak berdaya,luka sudah membusuk.claus bersama warga suku Fayu menelusuri hutan untuk menemukan cristian yang menemani Auri di tengah hutan.Auri di bawah pengobatan Doris yang seorang perawat.namun mereka memperoleh tantangan dari warga suku Fayu yang menolak Auri karena bagi mereka siapa yang memperoleh kutukan akan meninggal.karena kutukan yang tidak bisa lawan,tidak ada kekuatan yang mampu untuk mengalahkan kutukan tersebut ungkap Gohu yang  menjadikan Nala ibu Auri sebagai Istri dan memanah Auri.tetapi atas kebijaksanaan kepala suku Boko. Auri yang merupakan bagian dari  suku Irigre di perbolehkan tinggal bersama keluarga Klaus.kepala suku Fayu Boko mengatakan kita akan liat apakah Auri mampu melawan kutukan atau meninggal karena kutukan biarlah waktu menjawab.

Sore yang indah menyinari sungai kampong yang di tempati oleh suku Fayu,ada  sungai yang memamerkan keindahan pasir,batu,hutan ,sungainya.Judith yang mempunyai kemampuan untuk mengotak atik pensil gambar,pada kerta gambar melukis keindahan pantai,ketika hujan lebat melandai kampung Judith tidak melepaskan momen tersebut  ia melukis.Judith kakak perempuan Sabine mahir dalam melukis.ketika petang terjadi perang yang keras antara suku Irigre dan suku Fayu di lapangan terbuka di halaman rumah Klaus,akibat suara yang menyertai proses  perang membuat Judith menangispada kondisi tersebut Klaus memberanikan diri untuk membubarkan kedua suku yang sedang bertikai.atas kebijaksanaan kepala suku boko dan kepala suku irigre maka mereka berjanji untuk tidak saling berperang lagi dengan harapan Klaus jangan meninggalkan mereka.

Selama 8 minggu keluarga claus meninggalkan hutan papua barat ( west papua ) untuk berlibur ke jerman,ketika berada di jerman sabine merasakan ada sesuatu yang berbeda yaitu perbandingan antara hutan papua dengan jerman.karena selama berada di hutan tidak ada salju ketika melihat salju ia mengagumi sebagai hasil karya Tuhan yang patut di syukuri oleh jerman.tetapi sabine tidak merasa nyaman berada di jerman ia selalu merindukan hutan,teman-temanya,Auri,berbeda dengan Judith dan Cristian yang tidak terlalu merindukan hutan papua

Setelah liburan di jerman selesai claus beserta keluarga kembali ke hutan papua barat,tempat di mana suku Fayu berada.di sini mereka mulai tumbuh dewasa.judith tetap tinggal di Jerman dan Sabina beserta cristian yang tetap berada di hutan bersama kedua orang tuanya.usia dewasa inilah benih-benih cinta antara Auri dan Sabine mulai perlahan-lahan timbul.cinta sabine kepada Auri menjadi beban bagi claus dan doris karena mereka tidak yakin apakah sabine bisa menjadi bagian dari suku fayu atau tidak.

Sabine bersama cristian menghabiskan  waktu 3 minggu di jayapura.namun sabine tidak merasa betah berlama-lama di jayapura waktu 3 minggu terasa 6 minggu.karena kerinduan yang mendalam kepada Auri.
Tahun 1989 menjadi tahun yang kelam bagi Sabine karena kehilangan seorang sahabat abadi,cinta masa remajanya,kematian Auri  membawa Sabine pada kesedihan,shock berat,perasaan putus asa,bagi sabine Auri sudah bertahan lama,begitu berani dan kuat begitu bersemangat  untuk hidup pada akhirnya meninggal karena tubereulosis.

Sabine dunia yang sempurna apakah itu benar ada..?? bagaimana dunia yang sempurna itu..?? apakah itu tergantung pada warna kulit kita..? nenek moyang kita..? atau paspor kita..??
Dunia tidak ada yang sempurna baik di hutan maupun di jerman.karena kebahagian sejati tidak terdapat dalam kesempurnaan,tetapi bersama mereka yang kita cintai,mereka yang melindungi kita,dan yang menyangi kita……di situ di mana hati kita bisa damai dan bagi sabine ia menyadari selamanya dalam hatinya,ia akan terus menjadi anak rimba west papua..

Film ini untuk segala umur dan layak untuk di tonton  karena merupakan kisah nyata dari von sabine Kuegler yang di Novelkan dan menjadi Novel  bestseller.Novel tersebut  di filmkan.Film ini sangat  menginsiprasi dalam memaknai hidup,cinta,keluarga,dan orang yang menyangi kita .dan yang penting untuk  menumbuhkan kecintaan kita akan Indahnya Alam papua dan Instrumen music yang indah membuat kita terpesona akan karya Tuhan yang luar biasa bagi Alam Papua. 

Oleh: Isak Bofra
Print Friendly and PDF
Share on Google Plus

Tentang : Aleks Giyai

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.
Post a Comment