Alam Sandiwara - KO'SAPA

Alam Sandiwara


Foto ilustrasi: Orang Papua saat demonstrasi menolak Freeport. (Foto: ngopibareng.id)

Alam Sandiwara

Merekayasa fakta
bagai lakon
bagai kucing sembunyikan tahinya

 Bersandiwara tanpa lelah
realita jadi dongeng
yang nyata dipermainkan
tak nyata dipromosi

kau dari alam belenggu
bawahlah pergi sandiwaramu
hidupmu dicipta disana
kembali ke alam gelap

Mesti kau pahami
yang nyata tetaplah nyata
bersiaplah kau diadili
massa rakyat sadar sadar

Semarang 26  Februari 2018


                                                                                     
Kita Mesti Lawan

Mesti kita lawan
Sebelum bumi telanjang
Nyawa kita melayang

Janganlah berharap pada waktu
tak pasti
Jiwa raga kita tegar kuat
bangkitlah kesatria
Dari kita untuk kita – bergerak!

Kita mesti bersatu
Merebut asa yang pernah kita genggam

Semarang 25 Februari 2018



Kaya Negeriku

Negeri kaya-raya
negeri indah menawan
emas perak dimana-mana

Terukir sejarah bangsa
Holandia penuh cerita
disana Sang Kejora pernah membelah angkasa
pantulkan nyanyi paduan suara:“Hai tanahku Papua

Kujauh darimu –kau terkubur
kini terasa hampa

Emas-minyakku jadi jarahan 
disini saya nasih mendayung perahu asa di lautan maut

Semarang 25 Februari 2018


------

Puisi-puisi karya Stefanus Iyai
Mahasiswa Papua, kuliah di Semarang, Jawa Tengah.


Print Friendly and PDF
Share on Google Plus

Tentang : Topilus B. Tebai

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.
Post a Comment