Kumpulan Puisi Benyamin Gurik (Bagian 1) - KO'SAPA

Jangan Lupa!

Ketika anda memakai cenderawasih, ingatlah bahwa yang anda pakai itu adalah bangkai dari Cenderawasih yang tersisa dan hampir punah. Semoga kita yang bangga dengan Cenderwasih, bukan orang buta huruf.

Kumpulan Puisi Benyamin Gurik (Bagian 1)

 
Benyamin Gurik. Doc. Pribadi

Hujan di Waktu Petang 

Hujan kini tiada
Pergi entah kemana
Seperti pula ia datang.

Tak di usir ia menghilang
Meninggalkan jejak bumi yang basa

Dingin kini merasuk



Menusuk perlahan Menerpa kalbu
Kini waktu fajar menjelang

Ku tunggu kabar tak kunjung datang
Sampai jumpa di waktu petang.



Khayal

Malam penuh cahaya
Rembulan tersenyum sinis
Senyap suara disekeliling
Aku dan kamu diam dalan sunyi
Menghayal...!

Menyepi 

Urut pikiran
Tengkan batin
Sejenak menoleh
Menelusur jejak
Melintas batas waktu
Melihat kisah yang baru terlewati.

Sekarat 

Perjalanan yang melelahkan,
semua tercurah,
Semua terkuras
Habis menetes
Kuatkan mereka yg juga merasakannya.!!!

Kiamat 

Kesalahan yg berulang
Perhentian yg tak pasti
Mengejar kebaikan
Melewati jalan buntu
Antara melanjutkan jalan
Dan berbalik
Berpisah atau bergelut
Berhenti atau kiamat didalamnya.



Benyamin Gurik Adalah Aktivis Pemuda Tinggal Di Jayapura Papua .

@ Kosapa 2017
Print Friendly and PDF

Tentang : Pace Ko' Sapa

Komunitas Sastra Papua, komunitas bagi mereka yang tertarik dengan sastra, adat dan budaya Papua. Semua catatan dalam Ko'Sapa diolah oleh redaksi Ko'Sapa untuk menjadi tulisan dalam situs ini. Silahkan kirim tulisan, atau informasi yang dingin di peroleh ke sastrapapua@gmail.com, trimakasih.

0 comments: